Thursday, 5 January 2017

Lampu Motor VS Lampu Sorot

Hai guys.. Sudah lama nih nggak nongol buat ngeblog hehe... Pada blog kali ini, akan kita kupas tuntas mengenai "Apa sih bedanya lampu yang digunakan di motor dengan lampu yang digunakan pada lampu sorot?" Bentuknya perasaan sama aja ya, yang berbeda spek-speknya itu lohh. Tanpa banyak basa-basi lagi ayo kita langsung ke TKP cekidott..

Perbedaan Lampu Motor dan Lampu Sorot

Lampu Motor => Kebutuhan cahaya lebih fokus, jangkauan jauh dan padat

Lampu Sorot => kebutuhan cahaya flood/semi fokus, jangkauan lebih pendek dan menyebar/lebar

1) HPL 10 Watt 
Walaupun bentuknya sama, ada 2 spesifikasi berbeda yang ditawarkan pada HPL 10 Watt ini. Jadi jangan keliru ya guys, diantaranya sebagai berikut :

a) HPL Sorot 27 - 29V (9 x 1)
HPL jenis ini menggunakan LED Driver 10 Watt AC - DC (Driver dengan input AC, Output DC). 
Contoh Input AC : Listrik AC 220V di rumah

Pada contoh kasus yang kita bahas kali ini menggunakan HPL Hualei dengan arus 300 mA dan LED driver 10 Watt AC -DC 300 mA Casing Plastik atau Casing Aluminium. Kalo kalian ingin menggunakan HPL dengan spek arus berbeda, jangan lupa sesuaikan spesifikasi arus pada HPL lampu sorot kalian juga ya



Contoh LED Driver 10 Watt AC - DC 



FYI : Kalau kalian menggunakan LED Driver casing aluminium. Kalian akan ketemu 3 warna kabel berbeda dibagian input AC pada Driver, yang dijepit pake jepitan kabel warna cokelat dan biru ya guys. kabel warna kuning Groundnya, jadi tidak perlu dijepit

Contoh pengaplikasian HPL Sorot pada LED Driver AC - DC




b) HPL Motor 9 - 10,2V (3 x 3)
HPL jenis ini menggunakan LED Driver 10 WatDC - DC (Driver dengan input DC, Output DC). 
Contoh Input DC : Aki motor 12V, Power Supply 12V, Adaptor 12V

Contoh kasus yang kita bahas kali ini menggunakan HPL Hualei dengan arus 840-900 mA dan LED driver 10 Watt DC -DC 840-900 mA Tanpa Casing atau Casing Plastik. Kalo kalian menggunakan HPL dengan spek arus berbeda, jangan lupa sesuaikan spesifikasi arus pada HPL lampu motor kalian juga ya




Contoh LED Driver 10 Watt DC - DC 



Contoh pengaplikasian HPL motor pada power supply 12V




2) HPL 20 Watt - 50 Watt
Dari HPL 20 Watt - 50 Watt aplikasi pemasangannya sama guys. Kita gunakan HPL 20 Watt sebagai contoh kali ini. HPL Sorot yang kita gunakan sama, yang berbeda hanyalah pengaplikasian LED Driver AC - DC dan DC - DC nya saja

Pada contoh kasus yang kita bahas kali ini, kita menggunakan HPL Hualei 20 Watt dengan arus 560-600 mA

Kalo kalian ingin menggunakan HPL dengan spek arus berbeda, jangan lupa sesuaikan spesifikasi arus pada HPL lampu sorot kalian juga ya




a) Sebagai HPL yang digunakan pada Lampu Sorot


Kita akan menggunakan LED driver 20 Watt AC - DC 600 mA Casing Plastik atau Casing Aluminium. 



Contoh pengaplikasian HPL sorot pada LED Driver AC - DC




b) Sebagai HPL yang digunakan pada Lampu Motor

Kita akan menggunakan LED driver 20 Watt DC - DC 600 mA Casing Aluminium.

Contoh pengaplikasian HPL sorot pada LED Driver DC - DC




Jangan lupa untuk tambahkan heatsink pendingin sirip dan thermal glue (Lem yang mengandung zat penghantar panas) untuk menghantarkan/membuang panas dari lampu HPL ke heatsink pendingin. Biar lebih mantap dan ciamik >.< hehe


Contoh Heatsink pendingin sirip


Contoh Thermal Glue



Contoh Aplikasi



Demikian blog kita kali ini.. Semoga blog kali ini dapat membantu ya... :) Don't forget to Comment and follow aku juga ya untuk mendapatkan update-update terbaru seputar LED

Jangan lupa mampir ke Toko Mitra Abadi di tokopedia yaa.. Ayo belanja keperluan rangkaian LED kalian di https://www.tokopedia.com/mitra-abadi >.< 
Sampai jumpa lagi in my next blog, see ya :)

Saturday, 6 August 2016

Rangkaian HPL 3 Watt VS LED Driver

Temen-temen Aquascape akhir-akhir ini banyak yang lagi bingung nih mengenai rangkaian HPL 3 watt mereka cocoknya pakai apa LED Driver yang mana? cara ngitungnya juga gimana? dan sebagainya.. So, pada kesempatan kali ini aku akan membahas mengenai rangkaian HPL 3 Watt VS LED Driver... Kita langsung ke T-K-P cekidottt :)


1) LED Driver 2-3x3 Watt

LED Driver ini digunakan untuk rangkaian HPL sebanyak 2/3 pcs HPL 3 Watt



2) LED Driver 4-6x3 Watt
 
LED Driver ini digunakan untuk rangkaian HPL sebanyak 4/5/6 pcs HPL 3 Watt


Mudah kan? :3 Nah, mulai bagian ini yang agak sedikit rumit karena ada rumus perhitungannya. Get ready ya guys..


 3) LED Driver 20 Watt 600 mA/500 mA

LED Driver 20 Watt 600 mA


Selain digunakan untuk lampu sorot dan rangkaian HPL 20 Watt x 1 Watt (Seri 10 Pararel 2), LED Driver ini juga bisa digunakan pada rangkaian HPL 3 Watt loh guys.. Dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :
 
OUTPUT DC pada LED Driver 20 Watt diatas : 20-35V


Perhitungan untuk Daya yang direkomendasikan
Minimal   : 20 dibagi 3,2V = 6,25 -> dibulatkan 7 LED
Maksimal : 35 dibagi 3,2V = 10,9 -> dibulatkan 11 LED

Berdasarkan perhitungan diatas Rangkaian 3 Watt bisa diseri 7/8/9/10/11 LED

NOTE : Untuk SERI 11 LED, kemungkinan LED Driver bisa terlalu panas karena kondisi LED Driver sudah mendekati tahap OVERLOAD


 

4) LED Driver 50 Watt 1200 mA/30 Watt 900 mA

LED Driver 50 Watt 1200 mA



Selain digunakan untuk lampu sorot dan rangkaian HPL 50 Watt x 1 Watt (Seri 10 Pararel 5), LED Driver ini juga bisa digunakan pada rangkaian HPL 3 Watt loh guys.. Dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

OUTPUT DC pada LED Driver 50 Watt diatas : 20-35V


Perhitungan untuk Daya yang direkomendasikan
Minimal   : 20V dibagi 3,2V = 6,25 -> dibulatkan 7 LED x 2 pararel = 14 LED x 3 Watt
Maksimal : 35V dibagi 3,2V = 10,9 -> dibulatkan 11 LED x 2 pararel = 22 LED x 3 Watt

Berdasarkan perhitungan diatas Rangkaian 3 Watt bisa di :
  • seri 7 LED pararel 2 (14 pcs x 3 Watt = 42 Watt)
  • seri 8 LED pararel 2 (16 pcs x 3 Watt = 48 Watt)
  • seri 9 LED pararel 2 (18 pcs x 3 Watt = 54 Watt)
  • seri 10 LED pararel 2 (20 pcs x 3 Watt = 60 Watt)
  • seri 11 LED pararel 2 (22 pcs x 3 Watt = 66 Watt)
NOTE : Untuk SERI 11 LED, kemungkinan LED Driver bisa terlalu panas karena kondisi LED Driver sudah mendekati tahap OVERLOAD


5) LED Driver 50 Watt 1500 mA/60 Watt 1800 mA

LED Driver 50 Watt 1500 mA



Selain digunakan untuk lampu sorot dan rangkaian HPL 50 Watt x 1 Watt (Seri 10 Pararel 5), LED Driver ini juga bisa digunakan pada rangkaian HPL 3 Watt loh guys.. Dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

OUTPUT DC pada LED Driver 50 Watt diatas : 20-35V


Perhitungan untuk Daya yang direkomendasikan
Minimal   : 20V dibagi 3,2V = 6,25 -> dibulatkan 7 LED x 3 pararel = 21 LED x 3 Watt
Maksimal : 35V dibagi 3,2V = 10,9 -> dibulatkan 11 LED x 3 pararel = 33 LED x 3 Watt

Berdasarkan perhitungan diatas Rangkaian 3 Watt bisa di :
  • seri 7 LED pararel 3 (21 pcs x 3 Watt = 63 Watt)
  • seri 8 LED pararel 3 (24 pcs x 3 Watt = 72 Watt)
  • seri 9 LED pararel 3 (27 pcs x 3 Watt = 81 Watt)
  • seri 10 LED pararel 3 (30 pcs x 3 Watt = 90 Watt)
  • seri 11 LED pararel 3 (33 pcs x 3 Watt = 99 Watt)

NOTE : Untuk SERI 11 LED, kemungkinan LED Driver bisa terlalu panas karena kondisi LED Driver sudah mendekati tahap OVERLOAD




6) LED Driver 80 Watt 2400 mA/70 Watt 2100 mA

LED Driver 80 Watt 2400 mA


Selain digunakan untuk lampu sorot dan rangkaian HPL 80 Watt x 1 Watt (Seri 10 Pararel 8), LED Driver ini juga bisa digunakan pada rangkaian HPL 3 Watt loh guys.. Dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

OUTPUT DC pada LED Driver 80 Watt diatas : 20-38V


Perhitungan untuk Daya yang direkomendasikan
Minimal   : 20V dibagi 3,2V = 6,25 -> dibulatkan 7 LED x 4 pararel = 28 LED x 3 Watt
Maksimal : 38V dibagi 3,2V = 11,8 -> dibulatkan 12 LED x 4 pararel = 48 LED x 3 Watt

Berdasarkan perhitungan diatas Rangkaian 3 Watt bisa di :
  • seri 7 LED pararel 4 (28 pcs x 3 Watt = 84 Watt)
  • seri 8 LED pararel 4 (32 pcs x 3 Watt = 96 Watt)
  • seri 9 LED pararel 4 (36 pcs x 3 Watt = 108 Watt)
  • seri 10 LED pararel 4 (40 pcs x 3 Watt = 120 Watt)
  • seri 11 LED pararel 4 (44 pcs x 3 Watt = 132 Watt) 
  • seri 12 LED pararel 4 (48 pcs x 3 Watt = 144 Watt) 

NOTE : Untuk SERI 12 LED, kemungkinan LED Driver bisa terlalu panas karena kondisi LED Driver sudah mendekati tahap OVERLOAD


 
 7) LED Driver 100 Watt 3000 mA/2 pcs LED Driver 50 Watt 1500 mA (Dibuat 2 instalasi)

LED Driver 100 Watt 3000 mA

Selain digunakan untuk lampu sorot dan rangkaian HPL 100 Watt x 1 Watt (Seri 10 Pararel 10), LED Driver ini juga bisa digunakan pada rangkaian HPL 3 Watt loh guys.. Dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

OUTPUT DC pada LED Driver 100 Watt diatas : 20-36V


Perhitungan untuk Daya yang direkomendasikan
Minimal   : 20V dibagi 3,2V = 6,25 -> dibulatkan 7 LED x 5 pararel = 35 LED x 3 Watt
Maksimal : 36V dibagi 3,2V = 11,2 -> dibulatkan 12 LED x 5 pararel = 60 LED x 3 Watt

Berdasarkan perhitungan diatas Rangkaian 3 Watt bisa di :
  • seri 7 LED pararel 5 (35 pcs x 3 Watt = 105 Watt)
  • seri 8 LED pararel 5 (40 pcs x 3 Watt = 120 Watt)
  • seri 9 LED pararel 5 (45 pcs x 3 Watt = 135 Watt)
  • seri 10 LED pararel 5 (50 pcs x 3 Watt = 150 Watt)
  • seri 11 LED pararel 5 (55 pcs x 3 Watt = 165 Watt) 
  • seri 12 LED pararel 5 (60 pcs x 3 Watt = 180 Watt) 

NOTE : Untuk SERI 12 LED, kemungkinan LED Driver bisa terlalu panas karena kondisi LED Driver sudah mendekati tahap OVERLOAD



Demikian blog kita kali ini.. Semoga blog kali ini dapat membantu ya... :) Don't forget to Comment and follow aku juga ya untuk mendapatkan update-update terbaru seputar LED

Jangan lupa mampir ke Toko Mitra Abadi di tokopedia yaa.. Ayo belanja keperluan rangkaian LED kalian di https://www.tokopedia.com/mitra-abadi >.< 
Sampai jumpa lagi in my next blog, see ya :)

Tuesday, 7 June 2016

What is LED Driver?

Hai guys...>_< Pada blog kali ini, kita akan membahas mengenai penggunaan LED driver pada HPL. Tanpa basa-basi lagi, mari kita langsung ke TKP

 Kak, Apa sih perbedaan LED Driver, Power Supply dan Adaptor?
- LED Driver adalah Rangkaian elektronik yang digunakan untuk menyalakan/menghidupkan rangkaian LED HPL serta sebagai pengendali arus dan tegangan/voltase secara otomatis.

Sedangkan kalo Power Supply dan Adaptor itu fungsinya sama yaitu untuk menyuplai power ke led strip/perangkat CCTV. Power Supply dan Adaptor adalah perangkat yang menstabilkan voltase/tegangan
 POWER SUPPLY 12V
ADAPTOR 12V

DASAR LED DRIVER

Ada berbagai macam pilihan Watt yang berbeda, tergantung berapa Watt rangkaian HPL yang akan Anda rakit


LED Driver 4-7x1 W -> Cocok Untuk merakit rangkaian 4/5/6/7 pcs HPL 1 W



LED Driver 12-18x1 W -> Cocok untk merakit rangkaian 12/13/14/15/16/17/18 pcs HPL 1W


LED Driver 4-6x3 W -> Cocok untuk merakit rangkaian 4/5/6 pcs HPL 3 Watt




LED Driver ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1) LED Driver AC-DC
LED Driver ini inputnya AC guys, jadi langsung dicolok ke listrik 100V-240V. Untuk Output Keluarannya itu DC, karena HPL bekerja dengan tegangan DC

2) LED Driver DC-DC
Kalo LED Driver yang ini inputnya DC guys, jadi voltase masuknya bisa dihubungkan dengan Aki 12 Volt/Power Supply 12 Volt/Adaptor 12 Volt. Untuk Output Keluarannya itu DC, karena tegangan HPLnya bervariasi mengikuti berapa pcs LED yang diserikan. Contoh : 1 pcs = 3,2V. Seri 2 pcs =6,4V. Seri 10 pcs = 32V


LED Driver ini juga tersedia dalam 3 macam kemasan loh guys, baik untuk LED Driver AC-DC maupun LED Driver DC-DC, yaitu :
a) Tanpa Casing 
Harga LED Driver jenis ini paling murah dibanding Casing Plastik dan Casing Besi. Penggunaannya hanya untuk di indoor/daerah yang tidak terjangkau oleh air. Kalo LED Driver Tanpa Casing yang digunakan adalah jenis AC-DC, lebih baik driver tersebut dilapisi lagi oleh selang ciut/kapton tape untuk menghindari sengatan listrik/kesetrum, ketika tubuh kita tidak sengaja bersentuhan dengan driver tersebut. Contoh gambar dibawah adalah LED Driver DC-DC 10 Watt Tanpa Casing 450 mA/900 mA


Contoh LED Driver Tanpa Casing yang dilapisi Selang ciut


Contoh LED Driver Tanpa Casing yang dilapisi Kapton Tape

b) Casing Plastik
 Untuk LED Driver jenis Casing Plastik ini penggunaannya lebih mudah dibanding LED Driver tanpa casing. Karena sudah ada casing plastiknya, jadi drivernya tidak perlu dilapisi lagi dengan kapton tape/selang ciut untuk menghindari sengatan listrik/kesetrum. Direkomendasikan penggunaannya di indoor saja, karena masih ada lubang cela dibagian jalur kabel pada driver jadi tidak boleh tersiram air. Contoh gambar dibawah adalah LED Driver AC-DC 30 Watt 900 mA Casing Plastik

c) Casing Besi/ Waterproof

Untuk LED Driver jenis Casing ini penggunaannya bisa buat indoor maupun outdoor. Karena telah diisolasi/ dicor dengan sealant silikon tahan terhadap temperatur tinggi +/- 200 derajat C. Pokoknya dijamin deh tidak ada setetes air pun yang bisa masuk ke dalam driver itu :). Contoh gambar dibawah adalah LED Driver AC-DC 50 Watt 1500 mA Casing Besi


Lalu kak, Kalo kita ingin membuat rangkaian LED, apa saja sih kak yang perlu diperhatikan?
  1. Tentukan berapa Watt/Jumlah LED HPL yang mau dirakit. Contoh : 9 Watt = 9 pcs LED HPL 1 Watt     
  2. LED Driver yang akan digunakan adalah 8-12x1 Watt
  3. Siapkan pendingin yang akan digunakan pada rangkaian HPL LED tersebut
  4. Buatlah rangkaian LED HPL tersebut menjadi SERI 9 pcs
  5. Jika sudah yakin, rangkaian yang Anda rakit sudah benar, tidak ada yang terbalik +/- nya, maka sundutlah dengan LED Driver itu 
Contoh Rangkaian Seri HPL 9 Watt


ARUS dan VOLTASE PADA LED DRIVER

1) ARUS yang ada pada LED Driver harus diperhatikan dan disesuaikan dengan spesifikasi yang ada pada lampu HPL kita. 

Kenapa "arus" menjadi yang pertama yang harus diperhatikan? Kenapa enggak tegangan dulu sihh? 
OK, kakak jawab ya... Karena pada umumnya, LED Driver jika ditest "Tanpa Beban" menggunakan voltmeter/alat ukur tegangan. Voltmeter akan menunjukkan tegangan pada LED Driver yang melonjak tinggi melewati spesifikasi voltase yang tertera di LED Driver yang direkomendasikan.

Yah rusak dong kak drivernya?
Enggak rusak kok guys drivernya, Coba aja ditest lagi led drivernya "yang sudah dipasang beban/sudah dihubungkan ke rangkaian led HPL" lalu dicek lagi voltasenya pake voltmeter. Voltase pada LED Driver langsung turun sesuai dengan spesifikasi voltase yang tertera pada LED Driver

Jadi kesimpulannya, LED Driver ini bisa menyesuaikan tegangan secara otomatis/dengan sendirinya tanpa perlu kita rempong-rempong lagi buat kutak-katik dan ngurusin volt lagi. Praktis kan?^^

MACAM ARUS PADA LED DRIVER
Di Toko Mitra Abadi, kita banyak sekali memberikan pilihan LED Driver kepada customer. Kalian bisa memilih LED Driver dengan arus yang besar atau arus yang kecil dengan watt yang sama.  Untuk arus di LED Driver ada banyak macamnya, Contoh (Untuk Rangkaian Seri-Pararel) : LED Driver 20 Watt 500 mA x LED Driver 600 mA, LED Driver 50 Watt 1200 mA x LED Driver 50 Watt 1500 mA. Kali ini kita ambil contoh sederhana antara 260 mA dengan 300 mA yang biasa sering digunakan pada rangkaian Seri HPL

Contoh : LED Driver untuk HPL 1 Watt, ada pilihan 260 mA dan 300 mA dengan harga yang berbeda


LED DRIVER 12-18x1 W Casing Plastik dengan arus 260 mA



LED DRIVER 4-7x1 W Casing Plastik dengan arus 300 mA


CONTOH KASUS




KESIMPULAN 



2) VOLTASE/TEGANGAN pada HPL dengan LED Driver
Untuk voltase/ tegangan, penting juga buat diketahui ya guys. Contoh kasus : Ketika ingin membeli HPL 10 Watt, kita harus mengetahui
  • Apakah spesifikasi pada HPL tersebut tertera dengan voltase -> 27-29 Volt yang artinya HPL itu menggunakan LED Driver AC-DC 10 Watt. Aplikasi : Lampu Sorot/Lampu tembak

Contoh gambar HPL 10 Watt 27-29 Volt 9x1

 
 
 Contoh gambar LED Driver AC-DC 10 Watt
  • Apakah spesifikasi pada HPL tersebut tertera dengan voltase -> 9-10,2 Volt yang artinya HPL itu harus menggunakan LED Driver DC-DC 10 Watt yang input masuknya disambungkan ke aki/power supply/adaptor 12 Volt. Aplikasi : Lampu motor
Contoh gambar HPL 10 Watt 9-10,2 Volt 3x3


 Contoh gambar LED Driver DC-DC 10 Watt


Sampai disini blog LED Driver kali ini.. Jangan lupa mampir ke Toko Mitra Abadi di tokopedia yaa.. Ayo belanja keperluan rangkaian LED kalian https://www.tokopedia.com/mitra-abadi >.< 
Sampai jumpa lagi in my next blog, see ya :)